Gara-gara Utang Rp500 Ribu, Pengamen Bunuh Teman
Disangka masalah utang piutang seseorang pengamen terlibat perkelahian sampai salah satu dari mereka meregang nyawa di komplek Nagoya Busines Center, Jumat (21/8/2015) pagi.
Elma, saksi mata di tempat peristiwa menyampaikan, saat sebelum korban jatuh bersimbah darah di lantai satu, terdengar nada keributan di kamar kosan korban yang ada di lantai tiga. " Saya dengar korban serta pelaku berkelahi tadi pagi, " tuturnya.
Waktu perkelahian itu berlangsung, ia mendengar bila korban mempunyai hutang sebesar Rp500 ribu pada pelaku.
Pelaku geram pada korban, karena korban mau geser kosan namun tidak ingin membayar hutangnya. " Bayar hutang kau, bila tak saya bunuh, " tutur Elma menirukan perkataan pelaku.
Disebutkan, korban wafat disebabkan tikaman pisau serta gunting. Pada awal mulanya korban pernah berteriak minta tolong sembari turun ke bawah. Tetapi, waktu hingga lantai satu korbn telah terjatuh. " Korban kelihatannya kehabisan darah lantas terjatuh, " katanya.
Saat malam pada awal mulanya, kata Elma, korban serta pelaku pernah berkelahi seputar jam 19. 00 WIB. Tetapi, perkelahian itu berhenti karena mobil patroli melintas serta keduanya waktu berkelahi dalam keadaan mabuk.
" Malamnya mereka pernah kelahi, lantaran mobil polisi melalui perkelahian mereka berhenti serta pelaku segera pergi, " katanya.
Sehari-harinya korban sambung Elma, pengamen di daerah Nagoya serta waktu perkelahian malam itu ada seputar delapan orang bertikai, serta seluruhnya pengamen. Persoalan keributan itu permasalahan hutang piutang pada korban serta pelaku.
Pantauan dilokasi peristiwa, korban yang terjatuh di lantai satu segera digotong oleh sebagian orang ke tepi jalan.
Tetapi, korban tidak segera dibawa ke rumah sakit tetapi cuma dilewatkan tergeletak di tepi jalan. Tak diketemukan jati diri apa pun dari korban yang kesehariannya disapa bang Tato itu.
source : http :// daerah. sindonews. com/read/1035495/194/gara-gara-utang-rp500-ribu-pengamen-bunuh-teman-1440140246

0 komentar:
Posting Komentar