Pakar Tata Kota Ini Tertawakan Ahok: Pembohong Bisa Gak Sih Berantas Korupsi?

 
 Marco Kusumawijaya, seseorang arsitek yang juga Direktur Pusat Studi Perkotaan Ruangan Jakarta serta bekas Ketua Dewan Kesenian Jakarta, menyebutkan bila Ahok sukai bicara asbun. Menurut Marco seperti disibakkan dalam berita itu, pernyataan Ahok yang menyebutkan rimba bakau di PIK serta Pluit rusak lantaran abrasi tak benar. Lantaran, rusaknya rimba bakau malah dikarenakan aksi pengembang yang memadatkan tanah di ruang itu.

Disibakkan Marco, lokasi PIK serta Pluit dulunya adalah tempat basah (wetland) yang terdiri atas rimba bakau serta rawa-rawa. Ia menyebutkan tempat basah ini mempunyai banyak manfaat. “Wetland di pantai utara Jakarta berperan memurnikan air, melindungi keanekaragaman hayati, tempat hidup beragam spesies, tempat menyimpan air serta menahan gelombang, ” katanya.

Dalam perubahannya, imbuhnya, rimba bakau serta rawa-rawa di pantai utara Jakarta pernah dirubah jadi rimba konversi. Hal semacam itu dikerjakan saat sebelum pengembang lalu perlahan masuk serta mengubahnya jadi permukiman.  “Akhirnya saat ini beberapa besar jadi permukiman. Manfaat pantai utara sisi barat saat ini tidak kian lebih menyimpan segelintir kelas menengah atas lewat cara yang salah, yaitu memboroskan tanah, ” kata Marco.

Pada awal mulanya, pada 22 Agustus, berkenaan penggusuran Kampung Pulo yang kata Ahok untuk menangani banjir, Marco kirim info tercatat yang dimuat beberapa media. Marco menilainya, penggusuran pemukiman warga Kampung Pulo juga sebagai sisi dari program normalisasi Sungai Ciliwung tidak bakal punya pengaruh pada pengurangan banjir di Ibu Kota. Karena, banjir yang teratur berlangsung di Jakarta bukanlah dikarenakan penyempitan aliran sungai, namun eksploitasi air tanah terlalu berlebih yang mengakibatkan penurunan tanah.

Disibakkan Marco, penurunan tanah di Jakarta saat ini rata-rata meraih 3-15 cm. per th.. Bahkan juga, tuturnya lagi, di sebagian tempat telah ada yang meraih 15 cm.. “Di segi lain kenaikan muka air laut yang dikarenakan climate change 6 milimeter per th.. Inilah pemicu banjir yang paling utama di Jakarta, ” katanya.

Tidak cuma menyebabkan banjir, lanjutnya, penurunan tanah juga punya potensi menyebabkan bahaya lain jika selalu berlangsung pembiaran. “Apabila dilewatkan, penurunan tanah bisa menyebabkan bahaya berkepanjangan yang semakin besar, seperti mematahkan atau mengakibatkan bocornya saluran dan pipa, serta mengakibatkan instabilitas infrastruktur, seperti terowongan MRT, fondasi bangunan, jalan raya serta jalan layang, ” papar Marco.

Ia juga berpandangan, hal paling penting yang perlu dikerjakan oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta saat ini yaitu menghindar selalu terjadinya penurunan tanah. Langkahnya dengan mengatur eksploitasi air tanah. Tanpa ada berusaha hentikan eksploitasi air tanah, aktivitas pengerukan serta normalisasi kali cuma bakal jadi proyek percuma tanpa ada faedah. “Daripada repot bangun kanal yang megah serta menggusur warga di bantaran kali, tambah baik kembangkan system drainase untuk memasok air dengan volume 2 x lipat, ” katanya.

Nyatanya, Ahok menyikapi pernyataan Marco itu, yang diberitakan lewat situsmetrotvnews. com. Awalannya, ia mengeluh lantaran memperoleh perlakuan standard ganda dalam beragam aksi yang ia kerjakan di Jakarta. Menurutnya, pengamat cuma berani mengkritik dianya, sesaat senantiasa memberikan pujian pada bekas Gubernur Ali Sadikin dalam masalah yang lokasi utara Jakarta. “Makanya, bila saya ingin berdebat sama mereka, cape deh. Saat ini saya bertanya, mereka pernah tidak kritik Ali Sadikin? Saya ingin bertanya mereka yang pintar-pintar ngomong itu, yang sukai muji-muji Ali Sadikin buat kota Jakarta jadi hebat. Siapa yang kasih Endang Widjaja mereklamasi tambak-tambak ikan di Jakarta Utara? Ali Sadikin tuh yang kasih, ” ungkap Ahok, Rabu malam lantas (26/8).

Masalah pendapat Marco bahwa pemicu paling utama banjir di Jakarta yaitu penurunan tanah, hingga aktivitas pengerukan serta normalisasi kali, termasuk juga penggusuran, cuma bakal jadi proyek percuma tanpa ada faedah bila tak berusaha hentikan eksploitasi air tanah, Ahok juga menyampaikan bahwa dianya pernah bersua Marco. Saat itu, seperti di beritakan, Ahok meminta Marco memberi input yang berbentuk visual supaya dapat diperhitungkan serta implementatif. “Nah, si Marco pandai ngomong. Toh, saya masih tetap mempunyai video sama dia. Saat dia datang ‘Kami mau bantu. Awas jangan sempat berlangsung kekeliruan’. Gue kasih seluruhnya data. Sama dia. ‘Lu yang gambar seperti bagaimana, kasih kita deh. ’ Tidak balik-balik, Bos. Maka dari itu pengamat tuh pandai ngomong doang. Mana si Marco? Tidak mampu, ” kata Ahok.

TwitMarcoFitnah-300x282Apa disibakkan Ahok itu lalu dibantah Marco melalui account Twitter-nya pada Kamis malam ini (27/8), lantaran ada yang memberi capture berita di metrotvnews. com itu melalui account Twitter-nya. “Ini fitnah! Ahok tak pernah ketemu saya tetang masalah ini. Ngawur banget. Bila yang disebut si Marco itu saya, jadi tak benar. Saya belum pernah ketemu Gubernur Basuki ttg #kampungpulo, ” kata Marco seperti diambil pribuminews.

Lantas, ada lagi yang menyampaikan seperti ini : “Menurut Pak Ahok, Anda pernah mengulas permasalahan Jakarta pada umumnya serta Anda belum berikan jalan keluar peta :). ”

Marco juga menyikapi pertanyaan itu dengan menulis seperti ini : “Hahaha. ”

Yang memiliki account yang sama lalu menulis lagi seperti ini : “Lho, dari tulisan ini tidak ada tetang Kampung Pulo deh, perihal implementasi. Nah, Anda tidak kasih jalan keluar implementatif. ”

Marco juga menjawab : “Pakai gambar? Hahaha. ”

Marco lalu juga menulis di lini saat account Twitter-nya seperti ini : “Orang yang sukai bohong dapat tidak sih memberantas korupsi? ”
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar